Contoh Perhitungan dan Desain Balok Beton dengan SAP2000 (bag 1)
Ada contoh kasus seperti gambar di bawah ini:

Versi SAP yang kami gunakan adalah SAP2000 Student Version 7.4.0, gratis, jadi tidak ada beban moral untuk digunakan dan disebarluaskan. š
Model SAP2000 dari balok di atas adalah seperti gambar di bawah. (klik untuk memperbesar)

Untuk menggambar model tersebut dengan cepat, bisa dengan menggunakan cara:
- Klik menu File → New Model From Template (pastikan unit yang aktif adalah kN-m)
- Pilih “Continuous Beam” (pojok kiri atas)

- Number of spans = 2. Span length = 6 m. Restraints : Yes. Gridlines : Yes.
- Gunakan satu window aktif saja. Tutup window 3-D view
- Setelah model terbentuk, ubah panjang bentang kanan menjadi 4 m dengan cara:
Selanjutnya balok 1 (kanan) dan balok 2 (kiri) di-divide, dengan menggunakan menu Edit → Divide Frames, masing-masing menjadi elemen sepanjang 1 m.
nb : tujuan dari divide ini adalah sebagai kontrol lendutan. SAP2000 Student Version tidak bisa memberikan output nilai lendutan di sepanjang balok, walaupun dalam display bisa diperlihatkan bentuk lendutannya. Oleh karena itu, balok harus di-divide agar titik-titik ujung segmen bisa ditampilkan nilai lendutannya.
SAP versi terbaru (saya lupa mulai versi berapa), sudah bisa menampilkan besarnya lendutan di sepanjang balok, jadi tidak perlu di divide.
Cara Divide:
- Select balok 1 (kanan), klik menu Edit → Divide Frames. Isikan Divided Into 4 frames. Last/First ratio = 1.
- Balok 2 juga seperti itu, tapi Divided Into 6 frames.
Hal-hal lain yang perlu dicek antara lain:
- Properti material beton

- Frame Section
Untuk asumsi awal, kita gunakan balok ukuran 300X450.
Reinforcement type : beam, dengan concrete cover 60 mm.
Kok bukan 40 mm seperti pada soal? 40 mm itu adalah tebal selimut bersih, sementara yang di SAP2000 itu adalah cover to rebar center. Jadi, yang dimasukkan ke SAP2000 adalah 40 mm + 10 mm (asumsi diameter sengkang) + 0.5*19 (asumsi diameter tulangan utama D19).
Modification factor, di-set 1 dulu untuk semua. Nanti untuk perhitungan lendutan baru diganti.

- Static Load Case Names

- Load COmbinations.
Ada 3 kombinasi yang digunakan.
SERV = DL + LL, untuk menghitung lendutan
ULT1 = 1.4, untuk desain tulangan
ULT2 = 1.2DL + 1.6LL, untuk desain tulangan
- Atur Analysis Option. Centang seperlunya.
- Atur Preference → Concrete, sesuaikan koefisien dengan SNI-Beton
- Assign Beban-Beban Yang Sesuai (Point & Uniform). Untuk Asigning beban kami anggap tidak ada masalah. Hati-hati dengan option Replace, Delete, dan Add pada kotak dialog
Lakukan analisis… RUN!
Setelah Run, cek dulu apakah tidak ada yang aneh dengan hasilnya. Bisa dengan cara mengecek defleksi, atau mengecek diagram gaya dalam, apakah sesuai dengan yang diharapkan.
DESAIN
Jika semuanya oke, kita lanjutkan dengan desain.
Yang harus diperhatikan antara lain:
- Pastikan yang aktif adalah Concrete Design
- Cek Design Combos, pastikan beban kombinasinya sudah tepat. Jika ada beban kombinasi yang tidak diinginkan/diperlukan, segera singkirkan.
Sebelum mengintip hasil desain, sebaiknya ubah dulu satuan yang aktif menjadi N-mm. Soalnya luas tulangan lebih enak dibaca jika menggunakan satuan mm. (Ada juga yang menggunakan cm, itu tergantung selera dan kebiasaan)
A. Desain Tulangan Balok B1 (Kiri)
Tulangan Lapangan (tengah bentang)
- Klik kanan pada segmen yang mengalami momen lentur positif terbesar (segmen-3).
- Pada kotak dialog “Concrete Design Information”, cari yang mempunyai nilai maksimum pada kolom “BOTTOM STEEL”. Sorot, kemudian klik Details.
- Dari mana angka 1497.389 untuk required bottom rebar itu diperoleh?
Itu dari persamaan:
\( \dfrac{M_u}{bd^2} = \phi f_y \rho \big( 1 – \dfrac{f_y \rho}{1.7f’_c} \big) \)
Dengan mensubstitusi Mu, b, d (=390 mm), fy, dan f’c yang sesuai, kita bisa mencari nilai \( \rho = 1.2798 \% \). Sehingga \( A_s = 1.2798 \% \times 300 \times 390 = 1497.389 \text{ mm}^\text{2} \) - Hitung tulangan yang digunakan.
D19 → 6 buah, As = 1698 mm2.
D22 → 4 buah, As = 1520 mm2.
Pakai 6D19. Kenapa bukan 4D22 yang luasnya lebih kecil tapi masih memenuhi kebutuhan? Alasannya nanti di bagian akhir.
Tulangan Tumpuan Kanan
- Ada momen negatif, maka harus dihitung kebutuhan tulangan ATAS. Caranya sama dengan tulangan lapangan. Klik kanan pada segmen terakhir dari balok kiri.
- Cari top reinf yang maksium, klik Details.
- Kebutuhan tulangannya adalah \( 1388.261 \text{ mm}^\text{2} \)
- Gunakan tulangan 5D19 (As = 1415 mm2).
Tulangan Tumpuan Kiri
Karena di tumpuan kiri tidak ada momen lentur, pakai saja tulangan minimum, 2D19 untuk tulangan bawah dan tulangan atas (As = 566 mm2).
B. Tulangan Balok B2 (Kanan)
Caranya sama dengan balok 1. Cari segmen yang mempuyai momen lentur positif maksimum.

Pada gambar di atas, momen ultimatenya adalah \( M_u = 18.74 \text{ kNm} \) sehingga, \( \dfrac{M_u}{bd^2} = 0.41 \text{ kNm} \)
Diperoleh \( \rho = 0.0013 \),
Atau \( A_s = 0.0013 \times 300 \times 390 = 152 \text{ mm}^2 \)
PENTING!!
Nah, di sini perlu hati-hati. Perhatikan minimum rebarnya. Di situ tertulis 202.693. Sementara pada balok 1 (kiri), minimum rebarnya adalah 403.343, padahal ukuran penampangnya sama, mutu beton dan tulangannya juga sama, mengapa minimum rebarnya berbeda?
Coba kita cek tulangan minimum sebenarnya dari balok tersebut.
\( A_{smin} = \dfrac{1.4}{f_y} bd = \dfrac{1.4}{400} \times 300 \times 390 = 409.5 \text{mm}^2 \)
Ternyata angka 403.343 itulah minimum rebar yang sebenarnya. Lalu, angka 202.693 itu darimana?
Pada butir 10.5.3 ACI-318-02, di situ disebutkan bahwa nilai minimum di atas (yang 403.343 itu) boleh tidak digunakan, asalkan tulangan yang dibutuhkan paling tidak sepertiga lebih banyak daripada yang diperlukan dari analisis.
Nah, dari analisis, kita kan perlu 152 mm2. Jika kita tambah sepertiganya, maka menjadi 152 + 50.7 = 202.7 !! Itulah tulangan minimum yang dihitung oleh SAP2000.
TAPI!!! TULANGAN MINIMUM INI TIDAK BOLEH DIGUNAKAN UNTUK BALOK BERUKURAN RELATIF KECIL!
Di bagian commentary ACI-318 tersebut, disebutkan bahwa ketentuan di atas (butir 10.5.3), hanya digunakan untuk balok yang berukuran besar dan masif. Di SNI Beton 2002 dengan jelas menuliskan hal ini (pasal 10.5.3).
Sementara balok yang digunakan di atas (300×450) termasuk balok kecil. Jadi, tulangan minimumnya harusnya 403.343 mm2. Jadi, kita bisa gunakan 2D19 untuk tulangan atas dan bawah balok 2 (kanan).
SUMMARY
Jadi, tabel balok sementara adalah sbb:

Nah, dari sini kita bisa jawab pertanyaan di atas, kenapa tidak menggunakan 4D22 pada tengah bentang balok B1? Jawabannya adalah, untuk memudahkan pelaksanaan, karena di lokasi yang lain (tumpuan balok B1 dan sepanjang balok B2 semuanya menggunakan D19). Untuk konstruksi sederhana yang mudah diawasi, penggunaan diameter yang bervariasi tidak jadi masalah. Tapi untuk skala yang lebih besar, hal seperti ini biasanya dihindari, untuk memudahkan pelaksanaan dan pengawasan. Bisa dibayangkan misalnya pada satu lantai terdapat beberapa balok yang menggunakan banyak variasi ukuran tulangan. Bisa-bisa tukangnya kebingungan dan salah pasang tulangan. š
Catatan:
Di beberapa gambar detail penulangan output SAP2000 di atas, ada detail yang kami tandai dengan tanda silang (cross) merah! Yaitu di bagian Special Moment.
Bagian Special Moment HANYA digunakan untuk pemodelan struktur pemikul GEMPA tipe SRPMK (Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus). Jadi, kalau hanya balok sederhana, balok banyak tumpuan, balok yang tidak memikul gempa, bagian Special Moment ini tidak perlu diperhatikan.
Angka Special Moment ini bisa dihilangkan dengan cara seperti gambar di bawah.

Bagaimana sebenarnya penggunaan Special Moment di atas? Insya Allah dibahas di lain kesempatan. š
Sekali lagi, pesan sponsor… “hati-hati dengan tulangan minimum hasil output SAP2000, dan juga software yang lain.”. Kami belum mengecek SAP2000 versi terbaru, tapi metode yang mereka gunakan memang ada dasarnya (ACI-318), cuma penerapannya tidak sesuai.
SAP2000 Student Version bisa didownload di sini.
bersambung[]
Desain sengkang (geser) dan kontrol lendutan dibahas di bagian kedua.




ndaru
says:gan boleh minta cp’nya??
Mitra
says:GEN TOLONG SHERE JUGA DON TUTORIAL SAP2000 MULAI DARI NOL HINGGA SEMUA FIX… BANGUNAN KECIL PUN JADI ….
TOLONG YA GEN…
ORG BARU UNTUK SAP.. BERHARAP PENCERAHAN DARI PARA SENIOR
admin
says:Sebenarnya sudah ada beberapa di situs tetangga. Tnanti kita usahakan juga lah kalau memang banyak peminatnya. š
Barli
says:sangat berguna! namun saya masih penasaran, setelah ini, analysis properties modification factor itu tetap 1 atau dirubah?
juga setelah perhitungan kebutuhan tulangan.. bagaimana memasukan/input tulangan yang kita rencanakan di program sap ini?
sekian terima kasih, mohon reply nya pak..
jasmor
says:gan yang desain sengkang sama kontrol lendutan dong š
hilm
says:min, mau tanya ,,ada rumus menentukan dimensi kolom dan balok nggak ?
BREAMYEE T
says:Aloha …… Mas
aq hitung balok dengan sap2000 v.14,namun pada langkah analyze tdk muncul hasilnya kenapa yaa mohon petunjuk terima kasih
Anank
says:Mas admin, rumusnya ko tidak kelihatan ada tulisan “formula does not parse” diatas..?
nugwisnu
says:Thanx alot , article very good & brmafaat , semoga sukses buat anda
adi
says:makasih tutorial ya gan,,,,,
saat ya blajar sap2000..
Sagab
says:keren gan.. sangat tercerahkan..
Sagab
says:Keren gan. Lumayan tercerahkan.. Makasih banyak.. Keep posting!
ananuranita
says:goooood tutorial..sangat membantu..trims
J.S.Worotikan
says:txh gan sangat mmbantu… ^_^
gunawan wibisono
says:Gan, aku butuh perhitungan rangka baja untuk optimalisasi juga efisiensi profil (rangka dinding gedung bertingkat)
Waktunya mepet (buat pesentasi). Gambar rangka sudah ada bentuk cad……prinsipnya kolom dan konsol kantilever….apa bisa bantu……sekalian presentasinya…..terima kasih.
tri wahyu w
says:Trims banget ilmunya. Sy dlnya jg mroyek jg, tp sdh 17thn kerja bidang lain..jadi lupa semua nih. To the point aja: aku mau bikin rumah tinggal sederhana 2lt. Jrak bentang 3.2m & 3m. Tinggi lt2nya 3,5m.Bisa tlg desain tulangan & dimensi beton utk balok, kolom & pondasinya donk. Makasih sebelumnya ya gan. Atau gambar draftnya takkirim japri gan?
admin
says:Biasanya untuk bentang segitu, tidak butuh perhitungan yang detail, karena bentang tersebut cukup lazim digunakan. Arsitek pun biasanya sudah bisa menentukan sendiri ukuran kolom dan baloknya. Dan… biasanya juga, kalo diserahkan ke insinyur sipil, ukurannya bisa lebih besar š
Tapi kalo bapak tetap mau japri, mungkin saya bisa lihat sekilas aja dulu. Silahkan email ke iwal.islamuddin@gmail.com
icad
says:ada hitigan plat gedung
bowo
says:hmzzzzzz……..mau donk di ajarin mas brooo mba brooo??????!!!!!
engki tarlensi
says:gaann….minta sofware y……trmaksh
irwan
says:bagi donk gan sofwarenya…
denny
says:mau tanya pak, angka “Dengan mensubstitusi Mu, b, d (=390 mm)” datangnya dari mana?
Setyo pdn
says:Mu = 1/8 * Wu * bentangan kuadrat
denny
says:mau nanya mas, ini SAP2000 versi berapa? saya biasa pakai versi 10
ikma
says:mas untuk sap 2000 versi 15 kok beda ya,,??
velips
says:minta tolong bantuanNya pak..
aflikasiNya boleh dkirim ke Email : chestsari@yahoo.com..?
mamet tea
says:download aflikasi sap-nya dimana yaa?
tolong linknya donk kalau ada yang tau kirim ke mamet7tea@yahoo.co.id atau blog saya http://www.mamet7tea.blogspot.com
makasih
viki
says:wahh rumit juga yahh
tapi seru bngt kalo dh bisa
Detari Nurfauziah
says:Rencana sih mau lanjutin kuliah Di jurusan Teknik Sipil ,
jadi penasaran lagi dech ……!!!
sehan
says:GAn .. trimasih info sipilnya sngat bermanfaat…(Saya ingin bertanya bagaimana jika dalam perencanaan perhitungan data momen ultimit ,/momen negatif terfaktor & momen positif terfaktor sudah diketahui, tetapi kita menentukan dimensi yng sesuai ,gmna cara pengerjaannya pada SAP 2000) trimksh (^_^)
muhammad arif amiruddin
says:Salam Kenal, sangat bagus sekali materinya
pak iksan
says:salam kenal, Admin..
saya mahasiswa teknik sipil maaf mau nanya, bagaimana kalau struktur KOLOM yg diitung? Apakah metode nya mirip2 dg cara desain balok?
atau ada metode khusus? maaf kalau OOT…
matursuwun to Admin..
rizki
says:saya baru mau masuk kuliah dan mau ngambil jurusan teknik sipil…pas dilihat trnyata soal2 perhitungannya ckup rumit ya..hehe
tp saya tetap pada cita2 saya untuk jdi s`org insinyur…
admin
says:“Ala bisa karena biasa”,… kalo mau bisa, maka biasakanlah. š
Adie
says:Mas Juragan saya punya sedikit masalah dengan program sap 2000 ver. 9 kok ditahun 2012 sap saya Error #7, sedangkan kalo saya ganti tahun Komputer saya menhadi tahun dibawahnya program ini baru bisa jalan. bisakah membantu saya untuk memecahkan masalah ini?? shear ke yb_const@yahoo.com
terimakasih
Edy
says:Untuk Desain sengkang (geser) dan kontrol lendutan bagian kedua. belum dibuat ya? saya tunggu2 itu loh Gan.tolong dibuat dong.thanks
admin
says:segera, pak edi… kami agak terkendala dengan pembuatan ilustrasinya… mohon bersabar
abe
says:allhmdullilah akhirnya jurgan nongol lagi. saya tnggu2 info2 dan ilmu2 pntingnya
jurgan da yg mau saya tanyakan ada tidak tabel tentang balok di dalm balok, mslhnya hal ini baru saya lihat wktu pmbesian balok dgn bntng 10m dari as tiang.
admin
says:maaf baru balas. Balok di dalam balok, maksudnya balok anak?
Balok bentang 10 m termasuk bentang panjang. Kalo yang anda maksud adalah balok beton, maka biasanya orang menggunakan balok prestress (pratekan).
Kalopun mau dipaksakan pakai balok biasa juga bisa tapi ukurannya akan sangat besar.
yana
says:mohon ijin perkenalan….saya alumni lingkungan baik S1 maupun S2, skrg di dinas perijinan salah satu kab di DIY. yg mengampu salah satunya IMB. saya ingin belajar praktis ttg hitungan konstruksi. agar ijin yg kita keluarkan sesuai hitungan sebenarnya. Bagaimana langkah2 praktis dan mudah tuk mengetahui bhw hitungan yg dilampirkan adalah benar tuk IMB yg dimintakan? Saya, Insya Allah akan mempelajari dg sungguh2. Terima kasih sekali atas perkenan bantuannya.
intan
says:mas bagaimana downloadnya? coz ini penting banget buat aku.
edward
says:oke bos
nasyiin faqih
says:Saya pelanggan setia blog ini. Semoga selalu update ilmu khususnya SAP 2000 karena perkembangannya sangat cepat. Mohon diulas cara menghitung pondasi setempat dan menerus dengan SAP 2000.
Trims
edward
says:trimakasi bro.atas artikelnya
noviacaem
says:manntaaappppppppppppp………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
semoga artikel2 nya menjadi pelajaran yang berharga bg yang melihatnya………..????????????
auliacimutc
says:gimana sic caranya jadi magister sipil yang terkenal
cuma mau nanya sic ……………………………….????????????
hehEHE…………,,,,,,,,,,,,,,,,,,…………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Nasyiin Faqih
says:Jozz artikelnya… mudah2an Allah membalas waktu anda yang tersita.
Salam Teknik Sipil!!
fri doni
says:mantapppppp…. mudah-mudahan ilmu anda bertambah.. tapi yang positif…. hehehehe.. makasi…
dede
says:untuk analisa dinamis portal di sap 2000 v7.42 itu gimana mas…
trims
Ruslan Hidayat
says:Ok tambahan ilmu
Budi
says:Terima kasih, sharing ilmunya….
Oke benget.
agus
says:mau tanya klau sap 2000 bsa digunakan pada kolom ma tulangan geser dan lentur kan, klau untuk digunakan untuk menghitung di cantilever atau jepit di tunggu jwbx sblmx terimakasih banyak.
undink
says:mantappppppppp………..?????
edward sinaga
says:bisa didownload ini bos
Deni Angga Hidayat
says:mantaf… trimakasih atas informasinya? saya bisa dapatkan aplikasinya gak mas/mbak?dan bagai mana cara mendafatkan aplikasinya?
Denta
says:kalau keadaan tersulit,,diminta untuk desain tulangan lentur n gesernya tanpa SAP,,caranya gmn mas? Thx b4. Jwbn q tunggu d imel ya mas
eka
says:Mantap mas/mbak.
Lilik Iskandar
says:sippppp
agung
says:di tunggu kelanjutannya
dede
says:BAGIAN KEDUANYA MANA PAK? UNTUK GESER DI DESAIN DENGAN SAP2000…
TRIMS
kadapi
says:trims atas bagi-bagi ilmux…
vicko
says:aku gak mudeng……
minta diajarin struktur mas..
syaiful arif
says:Pak saya mau tanya ? untuk mendapatkan program sap 2000 dimana ?
admin
says:SAP2000 versi student bisa di download gratis tanp beban moral. Silahkan googling.
Tapi untuk versi komersial, saya rasa agak susah dibantu… ada tanggung jawab moral juga.. š
Abdurachman
says:Pak saya mau menghitung gaya batang akibat bebanmati, beban angin pada struktur kuda2 kayu sederhana. pada templet sap2000 ada model struktur rangka kuda2. Bagaimana cara merubah model struktur kuda2 tsb menjadi sesuai dgn rancangan saya. Mohon diberikan tutorialnya menggunakan software sap2000. Terima kasih banyak pak atas bantuannya.
admin
says:Self weight multiplier itu adalah faktor pengali berat sendiri.
Nah, berat sendiri itu kan masuk ke beban mati, sehingga pada beban mati (DL) sebaiknya ditambahkan faktor pengali 1 (satu), artinya 1x berat sendiri.
Kadang ada juga perencana yang memisahkan antara selfweight (SW) dengan beban mati (DL), sehingga dia membuat satu load case baru namanya SW. SW itu diberi multiplier = 1, sementara di DL tidak. Soalnya kalau DL diberi faktor 1 juga, nanti berat sendirinya dihitung 2 kali, satu di SW, satu di DL.
imam teguh+wibowo
says:pak untuk bagian ke 3 kenapa nilai LL dimasukkan 0 mohon penjelasnnya..
Moh. Syaiful Arif
says:Minta Informasi untuk mendapatkan program sap 2000
trims
nurul
says:minta link download sap2000 dunk bos….
bambang
says:bos, klo hitung desain beton dengan sap 2000, itu koq luasan besi pada kolom yang paling atas itu lebih besar dari kolom yang paling bawah, mengapa ya bos??, kan axial terbesar di bawah bos. bener gaaa boss, tolong di bantu bos
admin
says:@bambang, axial terbesar memang di bawah, tapi coba perhatikan momen lenturnya. Desain kolom tidak hanya berdasar gaya aksial. Justru momen lentur kadang yang bikin tulangan menjadi banyak.
Agung Gunawan
says:Kang Admin, request pembahasan untuk yang special moment dong
plisssss…..
š
Teddy
says:GA BISA MENAMPILKAN SEMUA PERINTAH YG DI AJNURKAN
APA ADA YANG SALAH YA DENGAN SAP2000 VER 8.08 SAYA ????
TOLONG KONFIRMASI K EMAIL SAYA
TERIMA KASIH
Teddy Fernando
oqjuga
says:Bang admin, boleh nanya soal software untuk perencanaan pondasi bore pile dan tiang pancang ada gak?..apa namanya n dimana biasa dapetnya?, kalo bisa versi yang full n gratis ya…truz tolong dibahas dunk perhitungan balok pake special moment..trims.
contoh perhitungan dan desain balok beton dengan SAP2000 « teknik uye
says:[…] September 23, 2010 · Filed under Uncategorized Contoh Perhitungan dan Desain Balok Beton dengan SAP2000 (bag 1) […]
Agung
says:Kang Admin, mana yang bagian 2 nya š
Kang Admin, saya salut pisan sama artikel2nya, bermanfaat pisan..
dede
says:Bantuanya gan”””, kemarin di SAP2000.menghitung rangka batang atap kita melakukan perintah mement releases yg artinya setiap titik simpul diperlakukan sebagai sendi (karena dalam rangka batang, hanya ada tarik dan tekan..kecuali kasus untuk beban mati beda karena dia punya berat sendirinya)..terus pertanyaan saya: gimana kalau rangka atap itu terbuat dari beton pak??apakah direleases juga??thxs
admin
says:haa? rangka atap beton? bagi yang belum pernah lihat, memang sangat jarang orang menggunakan kuda-kuda beton. Untuk rumah tinggal lumayan ada beberapa yg pake beton. Tapi ini tidak direkomendasikan karena selain berat, juga susah, boros, lama pengerjaannya dibandingkan pake kayu. Selain rumah, kami pernah melihat rafter beton pada atap mesjid yang berbentuk limas.
Pertanyaannya, jika kuda-kudanya dari beton, apakah momennya di release juga?
Jawabannya, tergantung. Kalau beton tersebut menumpu ke kolom, sebaiknya tidak usah di-release. Balok beton justru efektif menahan momen lentur. Kalau rangka atap beton menumpu ke balok beton misalnya ring beam, sebaiknya di release. Kalau tidak di-release akan muncul gaya puntir (torsi) pada balok ring. Torsi ini harus dicek lagi.
Kalau KEKAKUAN rangka atap tersebut relatif jauh lebih kecil dari KEKAKUAN tumpuannya (entah itu balok atau kolom), lebih baik di release saja. Relatif di sini nggak ada angka mutlaknya, butuh sedikit judgement. Kekakuan di sini sama dengan I/L².
cmiiw
Fazrin
says:bos juragan sipil, saya ingin bertanya tentag SAP…
saya pernah mencoba membuat 2 model balok tumpuan sederhana, perbedaan dari kedua model itu hanya frame nya yg satu saya bagi 2. maksudnya begini:
1. Model 1: mengunakan 1 frame (dari tumpuan ke tumpuan lain)
2. Model 2: menggunakan 2 frame (1 dari tumpuan ke tengah bentang, dan 1 lagi dari tengah bentang ke tumpuan yg lain)
setelah saya coba run dengan beban yang sama, gaya dalam yang dihasilkan sama persis. Cuma untuk deformasi ada perbedaan yg cukup lumayan (di model saya beda sekitar 2 mm).
Yang ingin saya tanyakan kenapa bisa terjadi perbedaan defleksi pada 2 model tersebut??saya menggunakan SAP 2000 V.14 orginal. terimakasih atas jawabannya
ihsanul amri ahsas
says:sulit skl teknik sipil jauh dr kemampuan saya
saya juga mengambil jurusan ini
mampukah saya???
krn saya tdk mmpunyai dasr untk ini
krn sya dr MA!!!!
bisa bantu saya pak?????
admin
says:@ihsanul amri. Pertanyaan saudara sangat susah dijawab… “mampukah saya?”. Biasanya pertanyaan semacam itu pertanda kurang pede, pesimis, atau.. maaf.. malas. Kami pun tidak jarang ada di kondisi seperti itu. Susah juga jawabnya. Tiap orang punya motivasi yang berbeda-beda. Mungkin yg paling basic adalah, kenapa mengambil jurusan teknik sipil? selanjutnya, apa yang saudara harapkan dari teknik sipil? Mohon maaf kalau tidak banyak membantu.
Agung Gunawan
says:Kang Admin, kl kategori balok bisa dikatakan balok besar, kalau ukurannya berapa ya?
trims
admin
says:kategori balok besar itu relatif, boleh pake feeling, nggak ada aturan eksaknya. Balok ukuran 500×800 mungkin terasa besar untuk bangunan rumah 2-3 lantai, tapi untuk high rise building kadang ukuran segitu belum cukup.
Kalau pengalaman kami, patokannya adalah beban dan panjang bentang. Kadang kita menemukan balok bentang panjang, tapi beban cukup kecil, misalnya balok perimeter yang tidak ada dindingnya. sehingga yang menentukan ukuran balok tsb bukan strength lagi, tapi deflection. Dalam kondisi ini, kadang momen lenturnya kecil, As yg dibutuhkan kecil, jauh lebih kecil dari tulangan minimum. Nah, kalo kayak gini, aturan minimum untuk kategori balok besar bisa diterapkan.
aska
says:Pak bagaimana kalau penampang baloknya itu tidak ada di SAP misal balok T tetapi bagian sayap bawahnya melengkung.
yanur akhmadi
says:oh iya, sy mau nanya.
waktu saya pakai sap v.10.01 buat desain gedung rangka beton sy mengalami kesulitan saat harus membentuk kolom tipe L. pas “define frame section”-nya gimana ya ?
sama satu lagi, untuk desain rumah tinggal kan posisi kolom dan balok tidak teratur, itu membuat output SAP agak ngaco. penulangannya ada yang buesar banget ada yang kecil banget. gimana ya ?
thx for your answer …
admin
says:Untuk membuat kolom tipe L, bisa dengan memilih option “Add SD Section” pada saat membuat Frame Element.
Trus, di kotak dialognya, klik tombol “Auto Section Designer” (kalo nggak salah), pokoknya yang ada kata-kata “Section Designer”nya.
Di situ kita bisa membuat tipe section bentuk apa saja.
Untuk output yang agak “ngaco” bisa jadi karena pemodelannya yang belum tepat. Hal-hal yang bisa dicek antara lain:
1. Kalo pelat lantainya dimodelkan (entah sebagai shell, plate, atau membrane), cek meshingnya. Apakah manual, atau pake auto-mesh. Meshing itu penting untuk penyaluran beban dari pelat lantai ke balok/kolom.
2. Perhatikan juga balok-balok yang bersilangan. Balok-balok harus dibagi (divide) kalo ada intercetion dengan balok lain. Atau bisa juga pake assign auto divide.
Kalau bisa, kirimkan saja file SAP2000nya ke juragan@duniatekniksipil.web.id. Jangan lupa diimpor juga filenya ke bentuk $2k. Takutnya filenya tidak bisa dibuka di versi SAP2000 yang lebih rendah.
exos
says:ok, sy juga pernah coba dan bandingkan, yang saya tanyakan bagaimana menghitung sengkangnya?, dan kalau pengetrapan untuk portal dan slab , dimana kita tinggal masukkan beban di slabnya QLL dan QDL, bisa ngga?….. tolong dibantu ulas… thanks
rei
says:wah mantap2.. btw juragan tolong d krmin u/ penylsaian pd slope deflction dr cth2 momen sdrhn hingga yg bertiktnya dong..(msh agak bingung euy rumus2 yg hrs di gunakan thd rangka yg mmlk lbh dr 1 bbn). tq b4
ronaldy
says:juragan mau nanya nh, saya pernah menghitung gedung 3 lantai di Etabs dan melakukan desain tulangan betonnya by program, lalu si etabsnya sendiri mengitung kebutuhan tulangan yang terjadi melebihi rho maksimum dan dianggap oleh si etabsnya penampang balok tersebut mash mencukupi, padahal nilai untuk rho maks dengan mutu beton K225 dan Fy tulangan ulir didapat 1.54% nilai yg dihasil kan si etabs sebesar 1.7% dan masih ok, apa karena si etabs menghitung pengaruh tulangan tekan pada penmpang tersebut gan?mohon penjelasannya.
mariska
says:mas,, aku udah nyoba.. tapi paz assign beban, yang muncul beda.. bisa tolong dijelasin lagi ga?
makasii..
lin lilinn
says:alhamdulillah…terima kasii banyak ya (((:
moh isa+abdillah
says:wah… terimakasih banyak penjelasannya tentan SRPM,, sedikit lebih mengerti lagi. untuk artikel perbedaan SRMP saya tunggu dan saya sangat mengharap kan bisa dijelaskan lebih banyak lagi.
moh isa abdillah
says:terima kasih.. sangat bermanfaat sekali,
ada sedikit yg saya tanyakan, di akhir catatan disebut kan SRMP,, mungkin bisa sedikit dijelaskan tentang SRPM,, dari SRMPK, SRPMM,SRPMB,
admin
says:SRPM atau sistem rangka pemikul momen adalah salah satu sistem struktur yang memikul beban gempa dengan mekanisme transfer gaya melalui momen lentur antara kolom dan balok. Biasanya sistem ini digunakan oleh bangunan bertingkat menengah ke bawah. Paling tinggi 6 – 8 lantai. Di atas itu biasanya sudah menggunakan dinding geser.
SRPM sendiri ada 3 tingkatan, SRPMB (Biasa), SRPMM (Menengah), dan SRPMK (Khusus).
Kalau yang biasa, bangunan didesain sedemikian rupa sehingga perilakunya pada saat gempa adalah elastis atau hampir elastis. Diusahakan tidak ada sendi plastis yang terjadi di sambungan balok kolom. Sendi plastis adalah kondisi di mana sambungan balok kolom sudah tidak rigid (kaku) lagi disebabkan karena tulangan yang sudah meleleh. Agar tidak terjadi sendi plastis, maka gaya gempa desainnya dibuat sebesar mungkin, sehingga ukuran balok kolomnya relatif besar-besar. Tidak perlu detail khusus pada sistem ini.
Untuk SRPMM dan SRPMK, sekilas tidak ada bedanya. SRPMK menggunakan nilai R (reduksi gempa) paling besar, sehingga gaya desainnya kecil, ukuran penampangnya juga kecil-kecil. TAPI, ada detailing dan pesyaratan-persyaratan khusus yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah konsep strong column weak beam, kolom harus didesain bisa menahan momen lentur sebesar minimal 1.2 kali kapasitas momen lentur balok. Dan, masih banyak persyaratan lainnya, termasuk adanya Momen Lentur Spesial seperti yang disinggung di atas.
Sebanarnya kami sedang membuat summary perbedaan antara ketiga SRPM di atas, tapi belum siap.. š mohon tunggu tanggal mainnya.
fajar
says:mas…ada tutorial untuk belajar sap gak…kalo ada di upload dong ato kirim ke email saya…terimakasih
indra
says:perbedaaan beton precast dengan beton prategang dimana ya mas
admin
says:Beton precast adalah beton yang tidak dicor di tempat. Beton precast dicor dan dibentuk di tempat lain, kemudian setelah keras, baru kemudian diangkat dan diletakkan di posisinya. Elemen-elemen yang terbuat dari beton precast antara lain: pelat lantai, balok girder, kolom, tiang pancang, tangga, sheet pile, retaining wall, pipa drainase, bantalan rel kereta api, dll.
Beton precast juga punya tulangan. Ada yang pake tulangan biasa, ada juga yang prestressed (prategang). Lawannya precast adalah cast in-situ, atau beton dicor di tempat.
Beton prategang, adalah beton yang menggunakan kawat (tendon, mutu sangat tinggi) yang ditarik sehingga menambah kekakuan dan kekuatan elemen beton. Beton prategang ada 2 macam, post-tension dan pre-tension. Kalau post-tension, beton dicor dulu kemudian tendon ditarik. Sebaliknya, pre-tension, tendon ditarik dulu kemudian beton dicor.
Jadi, kesimpulannya berdasarkan metode (waktu dan lokasi) pengecoran, beton dibagi atas pracetak (precast), dan cast-in-situ.
Contoh : pile (pondasi tiang).
Ada yang namanya tiang pancang (driven pile). Driven pile adalah beton pracetak, sebab beton dicor dulu di pabrik kemudian dibawa ke site kemudian dipasang di posisinya. Penulangannya, ada yang prategang (prestressed) ada yang tulangan biasa. Biasanya yang menggunakan tulangan biasa adalah jenis minipile (ukuran kecil).
Sementara versi cast-in-situ dari pondasi tiang, biasa disebut bore-pile (tiang bor), betonnya dicor langsung ditempat yaitu di lubang yang telah dibuat, tentunya besi tulangan sudah ditempatkan di posisinya. Saya kebetulan belum pernah dengan ada bore pile yang prestressed.. š
ekdw
says:terima kasih banyak ya atas kirimannya,,,sangat membantu sekali,,,kirim terus ya gan,,
juragan
says:@Kholid, beban PU pada kolom adalah beban ultimate (maksimum) yang bekerja pada kolom. Beban ultimate adalah penjumlahan beban mati dan beban hidup (dan beban-beban lainnya) yang dikalikan dengan faktor beban, misalnya 1.2DL + 1.6LL. (DL = beban mati, LL = beban hidup).
Cara menghitungnya (secara kasar) bisa dengan menggunakan tributari area yang dijumlahkan pada setiap lantai.
Mohon maaf kalau belum bisa kami setai dengan gambar.
@Jefri, software analisa fondasi tentu ada, tapi tiap fondasi punya software yang berbeda-beda. Kalau fondasi dangkal kebetulan kami belum pernah pakai software, lebih banyak hitung manual. Kalau pondasi dalam (tiang) ada beberapa software, salah satu yang kami ketahui kalau tidak salah namanya Pile Group.. (atau PGroup?? mohon dikoreksi)
@Argajogja, salam kenal juga mas. Blog ini juga dapat inspirasi dari blog mas Argajogja… sukses selalu, selalu sukses.. š
@eko gotama, insya Allah ETABS akan kami ulas sedikit demi sedikit.
@eko, O/S #45 itu pesan errornya apa ya? Apakah terjadi pada balok juga?
Kalau pengalaman kami, kami hanya seing ketemu 2 jenis error, yaitu error O/S #2 (tulangan yang dibutuhkan lebih besar daripada tulangan maksimum, artinya momen lentur sangat besar, penampang balok terlalu kecil). Error yang lain adalah O/S #3, yaitu penampang balok tidak kuat menahan gaya geser yang terjadi. Tulangan yang dibutuhkan melebihi maksimum yang diperbolehkan.
Error-error ini bisa dicek ulang dengan melihat lagi kombinasi pembenanan, reduksi beban hidup, faktor reduksi kekuatan (φ).
eko
says:juragan, mau nanya klu dari hasil hitungan muncul O/S #45 artinya apa ?
terimaksaih
eko gotama
says:ulasan diatas sangat membantu,juragan kalau boleh minta perencanna struktr beton untuk gedung dengan menggunakan EATBS, terimakasih
Argajogja
says:Wah Wah Wah, Keren tenan artikelnya…, lengkap, padat dan jelas… salut2.
terus update pakde… bolodewe.. podo2 wong sipil.. thanks juga link rekanannya, tak link genten insya Allah.. sip…
Jefri Hasgian
says:klo software buat analisa pondasi ada g ?
admin
says:@Tatang, insya Allah setiap software yang umum digunakan di sini (Indonesia) akan diusahakan dibahas. Untuk StaadPro sendiri kami memang jarang pakai sehari-hari (pekerjaan), soalnya terbentur masalah lisensi. Kalaupun ada waktu, itu cuma ngutak atik di luar jam kerja untuk keperluan studi saja. Kalau memang ada rekan yang sudah mahir dan sudah tau rahasia-rahasia Staad Pro, dengan senang hati kami mengundang rekan-rekan untuk bersama-sama berbagi ilmu dengan rekan yang lain.
@Agung, awa
Thanks for coming… saran dan masukannya selalu ditunggu.. š
Sukses!
kholid
says:wah,tutorialnya bagus sekali, Gan tolong nih kapan2 tutorial kolom juga ditampilkan.
ngomong ngomong soal kolom saya mau tanya beban PU itu apa dan bagaimana mencarinya. bila tidak menggunakan program sap alias manual…. Trimmmms
Agung Gunawan
says:wah, suka sekali sama website ini, bahasanya mudah dicerna dan banyak ilmu yg bisa saya dapat dr sini
Tatang
says:Thanks om,……….oh ya boleh request ga,….klo bisa yang staad pro jg,……hehehe
oh ya mw nanya nih klo software ADINA untuk apa ya om?
awa
says:maksih…duh punya pljran baru nih buat pemula….heheheh