Skip to content
Categories:

Tanya Jawab : Pelat Stiffener dan Pengaku Lateral pada ETABS

Post date:
Author:
Number of comments: 47 comments

Komentar:
saya mo tanya nh juragan, klo stifner yang dipasang pada balok wf kira setiap jarak 1 meter itu termasuk pengaku lateral juga tidak?lalu klo dalam analisa balok wf pelat lantai juga termasuk pengaku lateral biar tidak terjadi TTL berarti dalam analisa menggunakan program etabs plat lantai di fungsi kan sebagai shell ya?soalnya sya pernah coba bangunan baja dengan analisa open frame dan shell pengaruh balok wf nya jadi berbeda malahan perbedaan ratio tegangannya sangat signifikan,itu yg bener yg mana ya?
-ronaldy
–

Juragan:

Bapak/Saudara Ronaldy,
1. Stiffener plate yang dipasang pada balok WF tiap jarak 1 m (seperti gambar di bawah), tidak termasuk pengaku lateral. Pelat baja tersebut berfungsi untuk mencegah Local Buckling.


dts-stiffplate

Sebenarnya masih ada jenis local buckling yang lain, yaitu tekuk web akibat geser (di daerah tumpuan), tekuk web akibat beban terpusat, tekuk web searah longitudinal balok.
Ha? Apalagi tuh?
Local Buckling adalah tekuk yang terjadi pada elemen-elemen pelat profil. Untuk WF, elemen-elemennya ada tiga : sayap atas (top flange), sayap bawah (bottom flange), dan pelat badan (web).

Pada saat menerima momen lentur positif, seluruh top flange akan mengalami tegangan tekan, seluruh bottom flange akan mengalami tegangan tarik, sementara sebagian pelat badan akan mengalami tekan dan sebagian lainnya tarik.

balok_tekuk_lokal

Sekedar mengingatkan, bentuk profil baja yang cenderung langsing (tipis) mengakibatkan profil baja agak-agak sensitif dengan yang namanya tekanan. Hehe.. mirip-mirip ama manusia, kalo udah tertekan wajahnya jadi tertekuk.. (!?)

Local Buckling biasanya terjadi pada:

  • Balok tinggi (balok girder, biasanya pada jembatan).
  • Balok yang tidak diberi stiffener plate.
  • Balok yang mengalami beban terpusat yang sangat besar, contohnya balok Crane, balok transfer, dll.

Ada hitung-hitungannya nggak?
Tentu saja ada. SNI-Baja-2002 punya beberapa aturan mengenai balok girder ini pada bagian 8.4 yang berjudul “Kuat lentur nominal balok pelat berdinding penuh”.
Sementara AISC-LRFD 1999, lebih spesifik lagi membahas tentang “Local Buckling” pada bagian APPENDIX B.
Mudah-mudahan kami ada waktu untuk membahas hal ini.

Intinya… Pelat Stiffener TIDAK TERMASUK lateral bracing, jadi ngga bisa diperhitungkan untuk mengurangi panjang tekuk lateral balok.

2. Apakah pelat lantai bisa berfungsi sebagai pengaku lateral?
Bisa iya, bisa tidak, tergantung kondisinya.
a. Jika pelat lantai itu dicor sebagai komposit (ada stud/baut geser), maka balok WF bisa dikatakan terkekang penuh.
b. Jika balok WF itu adalah balok perkuatan, dan pelat beton hanya bertumpu bebas di atas balok WF, maka kekangan pelat ke balok sangat kecil bahkan bisa dikatakan tidak ada.
c. Jika kondisi b di atas, balok WF disambung ke pelat beton dengan baut angkur dengan jarak tertentu agar diperoleh kekangan lateral yang cukup. Untuk perkiraan kasar, jarak antar baut harus lebih kecil atau sama dengan \( L_p \), atau batas panjang bentang balok WF kondisi plastis.
d. Jika pelat lantainya menggunakan pelat baja bergelombang, atau corrugated steel, atau di lapangan (pasaran) kadang disebut bondek (nb: bondek adalah nama salah satu brand yang sudah digeneralisasi namanya sebagai istilah pengganti pelat baja bergelombang), maka perlu dipertimbangkan kekakuan balok baja terhadap arah-arah rusuk pelat.

3. Penerapan di ETABS
Apakah harus menggunakan pelat tipe shell? Sepengetahuan kami, tipe pelat tidak mempengaruhi kondisi kekangan lateral pada desain balok WF. Tipe pelat hanya berpengaruh terhadap cara penyaluran (distribusi) beban ke balok.
Itulah sebabnya tiap tipe pelat (shell, membrane, dan plate) memberikan gaya dalam yang berbeda-beda terhadap balok.

Sementara untuk mengatur kekangan lateral. Sebenarnya di ETABS (kami menggunakan versi 9.5.0) ada menu Design -> Steel Frame Design -> Lateral Bracing, tetapi setelah kami coba ternyata tidak ada pengaruhnya. Di bagian Help juga tidak ada penjelasan lebih jauh tentang tool ini. Yang ada justru lateral bracing untuk composite design.

Tapi, tenang saja, masih ada satu cara lagi yaitu melalui fitur overwite. Setelah melakukan desain, klik kanan member yang “bermasalah” (rasionya tinggi), kemudian klik overwite.
balok_29330_image004

Kemudian lihat di bagian Unbraced Length Ratio (Minor, LTB). Secara default, nilai ini akan sama dengan nilai untuk sumbu kuat (Mayor). Nilainya biasanya kurang dari 1 karena ada end offset dari kolom-kolom tumpuan. Ini artinya balok tersebut hanya dikekang secara lateral di kedua ujung tumpuan, alias tidak ada kekangan lateral di tengah bentang.
Misalnya jika ada kekangan lateral di tengah bentang balok, maka kita bisa memasukkan nilai 0.5 pada faktor LTB-nya.
Tapi untuk kekangan dari pelat lantai, berapa nilai faktor yang sebaiknya dimasukkan? Disitu dibutuhkan engineering judgement, salah satunya dengan mempertimbangkan poin 2 di atas. Ngga ada aturan baku dalam hal ini.

balok_29330_image006

Itulah sebabnya kita sebaiknya tidak menelan mentah-mentah hasil keluaran program komputer karena ada banyak hal dalam analisis dan desain yang berkaitan dengan engineering judgement yang tidak mampu dilakukan oleh komputer canggih sekalipun.

Jadi, bagaimana sebaiknya? Untuk kasus di atas, kalo memang tujuannya untuk mengecek balok (bukan komposit), saya akan memilih menggunakan tipe pelat “membrane”, karena distribusi bebannya sesuai tributari (trapesium), dan saya akan mengatur nilai Unbraced Length Ratio sampai mencapai nilai yang rasional namun bisa dipertanggungjawabkan. Kalau mau aman pakai yang konservatif. 🙂 []

Comments

  • salam sipil

    pak mau tanya apakah setiap balok yang dipakai untuk gelagar jembatan komposit dengan gelagar baja selalu dikasi stifner plat pada baloknya terimakasih

    arif

  • permisi pak, saya mau nanya masalah perhitungan manual baja, saya melakukan perhitugan dengan metode tekuk lokal dan tekuk lateral, nah hasilnya selalu memenuhi untuk tekuk lokal dan tidak memenuhi ditekuk lateral, hasil baru bisa memenuhi jika saya masukan angka 1000 mm untuk jarak antar 2 pengekang lateralnya, nah yang mau saya tanyakan, apakah yang dimaksud 1000 itu jarak antar stiffnernya atau bagaimana pak? kalo misalkan disebutkan tadi stiffner bukan pengaku leteral jadi bagaimana penyelesaiannya pak? terima kasih

    • Pengekang lateral itu beda dengan pelat stiffener yang biasa di las di badan-badan beam.
      Pengekang lateral itu “sesuatu” yang bisa nahan balok agar tidak melendut ke arah sumbu lemahnya. Kalo balok posisi berdiri, berarti pengekang lateral itu menahan balok agar tidak melendut ke arah kiri atau kanan.

      Pengekang lateral bisa berupa: purlin, balok anak, member truss, bahkan pelat lantai (metal deck) yang disambung pakai baut geser ke balok, itu juga bisa berfungsi sebagai pengaku lateral.

      #cmiiw

  • says:

    Selamat mala..
    Saya ada pertanyaan nih
    Bagaimana cara menganalisis balok komposit penuh dengan penghubung geser dengan asumsi menggunakan pengaku pada software ETABS?Dan bagaimana juga caranya apabila diasumsikan tanpa pengaku? Apakah bisa saat diasumsikan tanpa pengaku balok tsb diasumsikan hanya sebagai balok baja tanpa aksi komposit?
    Mohon bantuannya kak. Trimakasih

  • Mau nanya pak. Untuk bentang kantilever dengan panjang kira kira 8 meter . Kalau pakai sap2000, didapat momen tahanan iwf nya mencapai momen plastis . Padahal untuk bentang 8 meter sudah terjadi tekuk torsi lateral, dan seharusnya momen tahanannya lebih kecil dari momen plastis. Mohon pencerahannya pak.

    Terima kasib

    • Coba cek panjang kekangan lateralnya, apakah sama 8 meter juga atau berapa? Atau copy-paste hasilnya di sini atau di halaman facebook kami

  • says:

    Assalamu’alaikum Juragan..
    Saya awam tehnik sipil..mau mohon dituntun.kalau mau bikin ruko 5.4m x 13m lantai atas rencana pakai dak precast AAC @lembar 12.5Cm X 60Cm X325Cm.maunya balok pakai modif Castela bentang 5.5m harus bgmana .karena tadi diatas disebut gak ngaruh trhadap kekakuan hanya membebani balok wah ngeri kalau terjadi gempa..harusnya menurut Bpk Juragan bgmana baek nya..ttg pemilihan ukuran dan jenis baja balok maksudnya..tks salam awam.

  • says:

    mau nanya bos,untuk perhitungan tersebut itu,lebih actual pake perhitungan manual atau d bantu pake perhitungan software yah bos

    • saran kami, kuasai dulu hitungan manual. Kalo udah sering pake manual, akan lebih pede pake software, karena kalo ada output software yang aneh, bisa segera dideteksi letak kesalahannya

  • says:

    salam sipil,

    Kebetulan sekali saya bekerja di PT FKA Global (Bentley channel partner for Indonesia Teritory), jika ada yang ingin membeli software original “license” bentley (STAAD.Pro V8i) bisa menghubungi saya di ayub.kharisma@fkaglobal.com

    terima kasih, dan sukses selalu untuk engineer Indonesia.

  • Salam…
    Mau tanya nih…kalo design gudang cuma bentang 20m kan pake wf250 itu sudah cukup & bisa dierection di lapangan ya..
    tapi kenapa kalo saya modelkan di sap kog warna profil merah semua, deflection ga masuk, rasio kelangsingan juga ga masuk…
    Bagaimana ya itu juragan, apa saya ada kesalahan input data pembebanan atau ada step yg blm tak isi…
    Thanks

  • Assalamu’alaikum.

    Permisi pak, mau nanya:
    Diatas pada paragraf paling bawah bapak bilang,”saya akan mengatur nilai Unbraced Length Ratio sampai mencapai nilai yang memuaskan namun bisa dipertanggungjawabkan”.

    Maksudnya nilai memuaskan itu gimana pak?? pasti ada tolok ukurnya minimal berapa sehingga dapat dipertanggungjawabkan (hehehe… maaf orang awam pak)
    Nilai LTB itu misal dikasih = 0.5 sesuai contoh bapak, berarti ditengah bentang (sory if salah) pengakunya. Pengakunya dalam bentuk sirip2 plat / balok arah lateral??

    Terima kasih sebelumnya.
    REGARDS.

  • mhn maaf ndan..sy ni orng awam dlm dunia teknik sipil,mau tny seputar kegunaan baja iwf, hwf, H-beam, cnp, unp?
    apa bedanya baja iwf, hwf, dan H-beam?
    mhn skalian kasih gambar baja2 trsbt ndan..
    maturnuwun

    • Bisa dipertimbangkan. Asal ukuran rafter (kuda-kudanya tidak terlalu besar). Untuk kuda-kuda WF 400×200 dengan panjang gording 6m (jarak antar kuda-kuda = 6m), masih bisa dipertimbangkan. Jadi, panjang efektifnya sama dengan spasi gording (1-1.2 m).

      Kalau agak ragu (nggak confidence), silahkan dilebihkan sedikit panjang efektifnya. Di situlah seninya engineering judgement.. 🙂

  • says:

    bagaimana cara menghitung dimensi penampang struktur kabel dan analisa perhitungan pada struktur kabel untuk bangunan.

  • Tolong tanya kalau bentangan antar kolom sepanjang 10 meter,sebaiknya pakai wf ukuran berapa?Diatasnya akan dicor setebal 12 cm dengan alas bondek 0,75mm dan wiremess 8mm,makasih

  • Juragan..
    Saya tdk tau cara membuat thread,jd numpang bertanya d sini.

    Berhubung Judulnya mengenai Pelat..
    Saya ada pertanyaan mengenai pelat lipat..
    Krn sy mahasiswa semester akhir dan mendapat judul mengenai pelat lipat sebagai struktur balkon..
    Jujur saya masi sangat blank mengenai teori n cara perhitungan..
    yg baru sy peroleh bentuk dari pelat lipat sbg struktur balkon tsb..

    Digunakan teori pelat n balok biasa.. serta teori balkon ( yg melengkung secara horizontal)

    Sekian aja dari sy.. smoga dpt pencerahan dari juragan2..
    Sy ms sgt2 newbie dlm dunia teknik sipiL.. jd mohon bantuannya..

    Thanx..

  • Terima kasih banyak.. artikelnya sangat membantu.. daritadi saya ngutak-ngutik SAP buat stiffener ini, tapi bingung.. akhirnya saya nemu web ini..

    Regards..

  • Selamat pagi,

    Saya ada beberapa pertanyaan ni…

    1. Untuk Design struktur gedung sofware apa yang harus saya gunakan, untuk mendapatkan hasil yang akurat, efektif dan efisien?
    2. Apa perbedaannya antara STAADPro, Etabs dan SAP 2000?
    3. Dimana saya harus mencarinya kalau saya ingin mendapatkan software design struktur, Etabs dan STAADPro, yang original?
    Saya sekarang di Lampung.

    Terima kasih.

    • Pak Sito,
      1. Software apapun sebenarnya bisa digunakan, mulai dari yg gratis sampai yg komersial. Biasanya software gratisan itu ciri2nya: sangat simpel, mudah digunakan, hasil cukup akurat(walaupun harus ada verifikasi terhadap hitungan manual maupun hasil analisis serupa dengan software lain), biasanya freeware hanya khusus menganalisis maupun mendesain bagian tertentu, misalnya analisis balok, desain balok beton, desain balok baja, desain pondasi, dll.
      Software komersial, semuanya ada dalam satu software, lengkap, hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Tapi, karena sifatnya yg kompleks, maka penggunaannya pun sedikit butuh usaha buat mempelajarinya, bahkan tidak jarang terjadi hasil analisis struktur tidak sesuai dengan yg diharapkan karena kurang tepat dalam menggunakan software.

      2. Perbedaan STAAD Pro pernah dibahas di page facebook kami. Silahkan berkunjung. Agak rumit memang, tergantung bidang konstruksi apa yg akan kita design. Kalau lebih banyak ke high rise building, Etabs lebih direkomendasikan. Kalau lebih banyak bangunan industri, pabrik, plant, dan penunjangnya, StaadPro dan SAP 2000 pilihannya. Kalau hanya bangunan sedang, rumah, ruko, itu tergantung, software gratis pun sudah bisa digunakan.

      3. Untuk produk CSI (Etabs, SAP 2000, SAFE, dll), di Indonesia distributor resminya ada pada bapak Teddy Boen, Ir. Silahkan di googling. Sementara Staad kalo tidak salah tidak ada di Indonesia, technical support ada di Singapura kalo tidak salah, sementara sales support kami tidak ada info. Mohon maaf.

  • Salam Sipil,.

    Saya ingin bertanya, apa yang di maksud dengan Shape Factor dalam Konstruksi baja?,.
    dan bagaimana cara perhitungannya?,.

    Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terima kasih,.

  • Selamat pagi,

    Mohon penjelasan agan yang baik, saya Budi dari bengkel las ada yang minta dibuatkan kandang sapi dengan kuda-kuda baja WF 150 sementara gordeng nanti pakai CNP 125 dan atap dari asbes gelombang biar tidak karat tiang 4 meter dibawah pakai kolom dan disambung 2 m ketasa dengan wf 200.

    Lokasi tanah padat dengan ukuran total lebar 36 m’ dengan jarak kolom ke kolom 6 m’ tinggi kuda-kua lebih kurang 4m (atau sebaiknya berapa agar aman)

    Titik asa NOC ke tiang berjarak 15 m’ sedangkan , jadi ada over stek menggantung lebih kurang 3 m. Menginta keterbatasan dana owner hanya ingin model wf 150. Yang saya tanyakan bagaimana model connection spand tersebut kalau numpang diatas tiang WF 200 jadi memikul bukan menempel di saping w 200 kuat tidak ? sehingga span WF 150 saya sambung langsung dari noc sampai over stek 19 m’

    Terima kasih banyak penjelasanya.

  • Salam kenal gan.
    Nama saya ilham gan. saya ingin tanya gan. Bagaimana cara penurunan rumus untuk diagram tegangan rengangan yang sebenarnya berbentuk parabolik menjadi diagram tegangan yang di ekivalenkan menjadi berbenruk persegi empat gan. dan bagaimana kita bisa menjamin apakah luas dari kedua diagram tersebut sama besar. terima kasih banyak atas jawabanya gan

    • good question. sayang sekali saya nggak bisa jawab dengan detail. saya hanya bisa kasih clue… coba cari grafik hubungan tegangan regangan beton yang parabolik. Cari persamaan kurvanya, dan luasnya bisa dicari. Kemudian equivalenkan dengan bentuk persegi. Kami pernah coba menurukan, cuman waktu itu belum selesai dan masih ada “kunci” yang sedikit lagi terpecahkan. Kalau tidak salah tentang pengambilan nilai $latex \beta_1 $

  • says:

    juragan saya mau minta solusinya,.Saya pengen jadi QC/QA ENGINEER dan saya sekarang bekerja diperusahaan fabrikasi lepas pantai.Dan saya sekarang mau kuliah,cocoknya saya ambil fakultas apa ya????????????? dan nnt nya jurusan apa.mohon jawabannya,thanks

  • says:

    Saya mau nanya nih kalo merencanakan jembatan beton dengan bentang 6 m dan lebar 4 m lengkap dengan gambar dan perhitungan terperinci. Terima kasih.

  • Wah, salah kamar nih, tapi gpp.

    Hubungan diagram tegangan-regangan terhadap kesetimbangan gaya-gaya dalam? Pada kolom atau pada balok? 🙂
    Kalo diagram tegangan-regangan biasanya itu sedang membahas tentang elemen lentur (balok).

    1. Pada saat terjadi lentur, ada serat yang tertarik ada yang tertekan.
    2. Beton tidak kuat menahan tarik, sehingga tarik dipikul oleh tulangan.
    3. Untuk menentukan berapa luas tulangan yang dibutuhkan, harus diketahui berapa gaya tarik yang terjadi pada tulangan.
    4. Untuk mengetahui berapa gaya tarik tulangan, perlu digambarkan diagram gaya dalam yang menunjukkan keseimbangan gaya tarik tulangan T dan gaya tekan pada beton C.
    5. Untuk mengetahui gaya tekan C, perlu diketahui berapa luas efektif daerah beton yang mengalami tekan, dan diasumsikan beton telah mencapai tegangan tekan maksimumnya (0.85f’c)
    6. Tegangan maksimum beton tercapai jika regangan maksimum juga terjadi. Ada yang menggunakan regangan 0.003 ada pula yang hingga 0.004.
    7. Jika area tekan mengalami regangan, tentu area tarik juga ada regangannya. Regangan tarik dialami oleh tulangan baja. Jika regangan tarik melampaui regangan leleh baja, maka baja dianggap leleh (fs = fy), tapi jika belum leleh, fs < fy.cmiiw[]

  • Gan!mo tanya…apa hubungan diagram tegangan regangan beton dengan diagram keeimbangan gaya beton untuk merencanakan tulangan beton…?makasi

  • says:

    Pak ato ibu kalo mau tanya masalah desain struktur komposit saya punya program
    yang sudah teruji oleh dosen saya di ITS Surabaya,biasanya untuk mendesain ruko
    ato high rise building, tinggal input bentang dan tebal beton,dalam hitungan menit
    sudah dapat ditentukan profil dengan berat minimum yang dipakai beserta gambarnya
    Jadi sangat menghemat biaya struktur termasuk pondasinya.
    Untuk diketahui program ini boleh dipakai utk merancang jembatan.

    Kalo mau lebih detail bisa hub.Tn. April di no.hp 08124300324

    Tkb

  • Salam,
    Mau tanya Juragan,… Rencana saya mau betulin jalan type kelas IIIB tapi yang lewat truck yang kapasitasnya udah tidak standard lagi dengan perhitungan jalan raya yang dikeluarkan PU bina Marga (truck angkut sawit dan tanki CPO). kondisi sekarang sudah retak kulit buaya dibeberapa tempat dan ada yang bergelembung. dibangun th 1982 dengan pondasi lime stabilization, asphalt tebal 12 cm dan telah overlay tebal 7 cm th 1995 dan perbaikan pondasi dengan Coarse Grade class A tebal sampai 30 cm dan 5 cm th 2005 dgn perbaikan pondasi juga. kapasitas sekarang sudah 3500 LHR, kecapatan rata-2 60 km/jam. lebar jalan 8 m dan panjang 3,5 km.
    Dengan kondisi tersebut apakah saya juga harus ganti pondasi lagi atau cukup dengan mengupas lapisan atas saja. Bagaiman jika harus di overlay lagi berapa tebalnya apakah juragan ada perhitungannya. terima kasih

  • @indrijo
    Untuk pembesian, layout, dan segala macamnya, tentu tidak bisa dilakukan tanpa ada gambar arsitek. Kita harus tahu posisi kolomnya di mana saja, layout dindingnya seperti apa, sehingga kita bisa mengatur layout balok-balok beton yang diperlukan.

    Kalu rumah yang bapak rencanakan termasuk rumah yang biasa dari segi desain, kami rasa seorang tukang kelas 1 pun bisa melakukannya.

    Saya sendiri jujur saja baru satu kali menangani proyek rumah tinggal, itupun tambahan ruangan rumah satu lantai milik saya sendiri. Urusan pengerjaannya sepenuhnya saya percayakan kepada seorang kepala tukang, dan prosesnya tidak saya awasi dengan penuh. Dia mau pasang besi di mana, ukuran berapa, terserah dia. Yang penting harus ada sloof, kolom, dan ring balk, dan semua pembesiannya harus dikait dengan benar. Yang luput dari saya hanya kolom praktis dan balok praktis di dekat bukaan jendela.

    Mohon maaf jika tidak banyak membantu.[]

  • Juragan..
    mo nanya nih..saya orang awam tentang teknik sipil dan membangun rumah..
    saya lebih banyak bergerak di IT…
    kebetulan saya sedang merenovasi rumah 2 lantai..
    bisa dijelaskan secara gambar, bagaimana rangkaian struktur besi u/ ring balok dan plat deck nya…
    termasuk kebutuhan besar diameter besi dan banyaknya…?

    kondisi rumah sebelumnya sudah dipasang strose disetiap titik dng jarak 3 m dengan kolom besi 4d12 (4 besi 12 mm), informasi dari kontraktor sebelumnya stroze spt ini sudah cukup kuat apabila nanti rumah jadi di deck krn tanahnya sudah keras..

    thanks berat..

  • Salam kenal pak.saya mau bertanya bagaimana cara menghitung diameter serta panjang kaki meja agar bisa menerima beban misal sebesar F newton,dengan jumlah kaki 3 buah dan penampang mejanya segitiga sama sisi dengan kemiringan mejanya (jika di lihat dari samping) adalah 10 derajat dan tebal meja 5 cm. jadi kaki bagian depan lebih pendek dari pada kedua kaki di belakangnya karena kemiringan tersebut. jarak anatar kaki sama dengan material misal dari baja semuanya.Mohon bantuannya pak untuk tugas kampus kuliah uji material,Terima kasih sebelumnya

  • @arief,
    1. untuk sistem steel deck seperti contoh yang dilampirkan pada link di atas, boleh dilakukan dengan menggunakan program analisa struktur, boleh juga dengan cara manual. Kalau saya pribadi akan memilik cara manual untuk perhitungan kapasitasnya, dan menggunakan program untuk melihat perilaku struktur tersebut misalnya lendutannya seperti apa, kontur tegangannya bagaimana, dll.

    2. ETABS bisa digunakan untuk menganalisis dan mendesain balok-balok angle dan WF, tetapi tidak bisa melakukan desain pelat baja. ETABS bisa “memodifikasi” cara transfer beban dari pelat ke balok, sehingga hasilnya bisa sangat bervariasi. Mana yang benar? Semuanya benar, asalkan bisa dipertanggungjawabkan. Saya belum pernah pakai Ansys, tapi kalau lihat reviewnya, program mikro (seperti Ansys) pada umumnya mempunyai basis 100% finite element. Jadi, biasanya yang dilakukan hanya analisis, outputnya berupa displacement, gaya dalam, kontur tegangan atau regangan. Untuk pelat, kita bisa membandingkan output tegangan maksium versus kapasitas material pelat. Tapi untuk balok tidak bisa seperti itu karena ada aturan-aturan lain yang membatasi, seperti kelangsingan penampang, kelangsingan batang, dll.

    3. Hasil manual vs software? Tergantung selera. Kalau saya pribadi, selama masih bisa dihitung manual, saya lebih pilih manual. Tapi, secara umum, saya membagi dua metode, untuk analisis saya gunakan bantuan software yang sudah dipercaya (maksudnya, sudah kita pahami cara kerjanya), sementara untuk desain saya lebih confidence jika dihitung manual. Dan lebih puas lagi kalo bisa diverifikasi dengan software. Bagaimana kalo hasilnya jauh berbeda? Saya akan review perhitungan manual, kalau tidak ada cacat, saya review model software, kalo juga tidak ada cacat, saya adu dengan software atau orang ketiga.. 🙂

    4. Beberapa software dalam proses desainnya sudah mempertimbangkan itu sesuai dengan code yang digunakan. Tapi kalau di software tersebut tidak ada tools yang mengatur safety factor, load factor, dan atau faktor reduksi, maka hal itu perlu dipertimbangkan, apakah akan dimodifikasi di dalam software (inputnya dimodifikasi) atau di luar (output yang dimodifikasi).

    Maaf kalo jawabannya kurang memuaskan. Saya juga newbie dalam software analisa struktur. Semoga sukses []

  • salam,
    mau nanya nih pak, 1.kalau untuk analisa untuk mengetahui steel deck max capacity (terdiri dari plat, dengan angle dan beam dengan material properties yg sudah ditentukan) untuk pertimbangan selain dengan perhitungan sesuai rule yg sesuai apakah bisa dengan menggunakan program analisa struktur?
    contoh struktur: http://files.engineering.com/getfile.aspx?folder=56f90fbc-3ee0-4bb5-85d7-549ee16f9199&file=Deck_-_Sheet1.pdf
    2.sebaiknya dlm permasalahan ini (jika diharuskan) lebih baik menggunakan program analisa struktur makro(misal: etabs) atau mikro pak(misal: ansys)?
    3.mengenai “hasil” antara analisa perhitungan manual dengan aplikasi menurut bpk bgmn?
    4.apakah di dalam analisa dengan aplikasi analisa struktur dipertimbangkan juga dengan safety factor?
    maaf banyak pertanyaannya pak, masih newbie dlm software analisa struktur.

  • Salam…
    wah, thanks banget pencerahannya. lain kali klo ada yang gk saya ngerti saya akan tanya-tanya lagi ya juragan…

  • @Lian,

    1.a Perilaku antara balok terkekang penuh dengan tidak terkekang jelas berbeda. Balok terkekang penuh tidak akan mengalami tekuk torsi lateral, sehingga balok tersebut bisa menahan momen lentur mencapai kapasitas penampangnya. Artinya keruntuhan terjadi ketika penampang mulai leleh di bagian yang mengalami momen maksimum. Balok tidak terkekang tentu tidak bisa bertahan sejauh balok di atas. Dia akan mengalami keruntuhan tekuk torsi lateral pada saat momen lentur yang bekerja masih di bawah kapasitas penampang. Semakin panjang bentang balok, semakin besar potensi untuk terjadi tekuk torsi lateral.

    1.b. Bagaimana pula dengan beban merata vs beban terpusat? Terhadap tekuk torsi lateral, keduanya tidak ada bedanya. Misalkan sebuah beban terpusat P menghasilkan momen lentur yang sama dengan beban merata q, keduanya tidak akan mengalami tekuk torsi lateral selama kondisi batasnya belum terlampaui. Perbedaan yang jelas antara kedua beban tersebut adalah pada kasus tekuk lokal. Beban terpusat lebih berpotensi menyebabkan tekuk lokal baik pada web maupun pada flens.

    2. Tidak ada pemodelan khusus pada ETABS untuk balok terkekang penuh. Cukup dimodelkan seperti biasa. Yang penting penyaluran beban dari pelat ke balok sudah tepat (masuk akal). Pengaturan kekangan balok hanya ada pada proses desain seperti yang sudah dituliskan di atas. Secara default, ETABS akan menganggap panjang bentang balok dari tumpuan ke tumpuan adalah sama dengan panjang kekangan balok. Saya sendiri belum mengecek pengaruh balok anak. Anda tertarik mengkaji hal ini?

    3. Referensi perencanaan balok baja? AISC-LRFD, SNI-Baja, atau peraturan baja yang lain menurut kami sudah lebih dari cukup untuk kasus-kasus yang umum. Kalo yang bung Liam maksud adalah contoh-contoh kasus, perhitungan, dsj, kalo di sini sih ada, tapi confidential karena masuk ke arsip, lagipula bentuknya hardcopy, jadi agak susah jika mau di-share. Tapi harusnya di internet banyak beredar, bisa ditelusuri di situs-situs penyedia dokumen seperti scribd.com, dan sejenisnya.

  • Salam..
    saya mau tanya juga nih juragan,.
    1. bagaimana perilaku dari balok baja yang terkekang penuh dan tak terkekang bila menerima beban merata dan beban terpusat?
    2. bagaimana juga pemodelan pada ETABS, agar balok terkekang pada plat lantai nya?
    3. ada gak referensi seputar perencanaan balok baja.
    Mohon pencerahannya dan sharenya.. thanks b4.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *